JAKARTA – Kemandirian industri pertahanan bukan soal gengsi, tapi soal kedaulatan. negara sebesar Indonesia tidak boleh selamanya bergantung pada alutsista impor tanpa peningkatan penguasaan teknologinya.
Pengadaan pesawat tempur Rafale harus kita lihat dalam kerangka strategis pertahanan negara. Secara kemampuan, Rafale adalah pesawat tempur multirole yang sangat mumpuni untuk menjaga kedaulatan udara Indonesia. Tetapi yang lebih penting, pembelian ini tidak boleh berhenti pada hanya sekadar membeli pesawat.
Rafale harus menjadi sarana pembelajaran strategis. Harus ada Transfer of Technology (ToT), keterlibatan industri dalam negeri, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia kita menuju kemandirian Inhan. Tanpa itu, kita hanya menjadi pasar, bukan pemain. [Adm]






